Rabu, 27 Februari 2013

doa penempatan

Udah setahun berstatus sebagai pegawai diperbantukan dan belum juga penempatan definitif itu rasanya seperti sedang menunggu kejutan tanpa tahu kapan kejutan itu akan datang, yang jelas kejutan itu pasti akan datang di waktu yang tepat. Mungkin periode magang yg sudah setahun lamanya ini akan menjadi saat-saat terberat bagi sebagian teman yg magang di kota besar yg jauh dari homebase-nya. Hidup dengan 850ribu per bulan itu sangat miris kalo di kota besar seperti jakarta. Beruntung saya hanya magang di homebase, tidak perlu indekos dan beli makanan sendiri. Walaupun sebenernya bosen juga sih magang di homebase, tapi kalo saya itung-itung (*sambil pegang kalkulator) banyakan manfaatnya ketimbang mudharat-nya.

Wah sebentar lagi ada diklat prajabatan, dan lagi-lagi saya dapet di homebase. Memang sepertinya saya selalu ditakdirkan untuk di homebase. Semoga nantinya pun penempatan definitif di hombase. Aamiin *terdengar suara malaikat mengamini* Yah begitulah, pasti sebagian besar orang menginginkan penempatan di homebase atau paling gak yang dekat dengan homebase.

Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya sudah mengisi polling penempatan resmi. Saya sebut resmi karena ngisinya langsung di sistem kepegawaian, bukan simulasi lagi. Bingung juga sih sebenernya menentukan 3 pilihan dimana saya hanya bisa memilih 1 untuk daerah di pulau jawa dan 2 sisanya harus di luar jawa. Ah bagi saya ini sudah risiko yg harus dihadapi, dulu pas awal masuk dan pas mau lulus kuliah pun sudah teken kontrak untuk bersedia ditempatkan di seluruh pelosok Indonesia. Yang pasti saya hanya bisa berharap yang terbaik.




Dan kenyataannya Indonesia itu luas banget men. Bayangin ribuan pulau berjajar sepanjang khatulistiwa. Ini sangat luar biasa. Setiap daerah punya daya tarik tersendiri, entah itu dari sisi pariwisatanya, living cost, karakter penduduk lokal, atau adat istiadatnya. Dulu pas simulasi polling penempatan saya memilih 3 daerah berikut: 1. Wonosari (DIY), 2. Singaraja (Bali), dan 3. Balikpapan (KalTim). Sebenernya untuk dua pilihan terakhir ini saya tidak punya landasan teori yg kuat, hanya kemakan omongan para sesepuh dan pini sepuh di tempat saya magang saja. Namun pada akhirnya setelah polling yang resmi saya berbalik halauan untuk memilih: Wonosari, Denpasar, dan Badung. Kenapa saya memilih luar jawa-nya hanya di Bali? Menurut persepsi saya Bali-lah yg paling deket dari pulau Jawa. Bali memiliki nuansa budaya dan pariwisata  yang luar biasa. Yah mirip-mirip dengan Jogja lah. Selain itu, ibu kota dari pulau dewata ini pun bisa diakses dengan direct flight dari Jogja. Bener ga sih?

Polling penempatan sudah di-submit dan kini saatnya untuk berserah diri kepada Allah swt. Apapun yg Dia berikan tentu adalah yang terbaik bagi saya. Lantas apakah saya harus pasrah begitu saja. Hmm kurang bijaksana nampaknya jika saya tidak ber-ikhtiar. Sambil menunggu kejutan yang akan datang, ada baiknya kita berdoa tanpa henti. Suatu ketika, mbak Nani (salah satu senior di tempat saya magang) memberi referensi sebuah blog dimana terdapat doa mutasi/penempatan. Katanya sih dulu dia juga mengamalkan doa itu hingga akhirnya dia dan suaminya bisa mutasi ke jawa setelah bertahun-tahun berkelana di tanah borneo. Konon bang Riza Almanfaluthi (si empunya blog tersebut) juga mendapatkan mutasi yang terbaik setelah mengamalkan doa tersebut. Cekidot:


"DOA MUTASI/PENEMPATAN"
doa ini pernah terucap oleh Nabi Nuh dalam Surat Al-Mu’minuun (surat ke-23) ayat 29: robbi anzilnii munzalan mubarokan wa anta khairul munziliin. Artinya: Ya Rabb, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat. (Riza Almanfaluthi)

Memang kita pasti mengidam-idamkan suatu tempat yg menurut pandangan kita merupakan tempat yg terbaik, namun percayalah bahwa Allah Maha Mengetahuai apa yang tidak kita ketahui. Mungkin saja kita merasa penempatan di homebase adalah yg terbaik bagi kita, tapi ternyata rezeki, karier, dan masa depan kita akan lebih berkibar kalau kita berada di tempat lain. Semua itu hanya Allah yang tahu. Tetap berhusnuzon sambil menunggu kejutan datang dan percaya bahwa Allah tentu akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Menelisik jauh ke belakang, dulu pas mau kuliah pun saya tidak pernah secara spesifik mengelu-elukan kata 'stan' di doa saya, dan kenyataannya saya pun diijinkan untuk kuliah di sana. Dalam memilih jurusan pun saya sama sekali tidak memilih 'akuntansi', namun Allah memberikannya karena Dia tahu itu yg terbaik untuk saya. Dan lagi-lagi pas memilih instansi pun saya tidak diberikan pilihan, namun Allah memilihkan djp untuk saya. Yang ada di setiap doa saya hanyalah permohonan agar Allah memberikan yg terbaik untuk diri saya, yang halal, dan berkah. Semoga yg demikian itu juga terjadi dalam hal pasangan hidup nanti. wkwk mulai lagi deh galaunya. Mertua tolol mana sih yang berani nolak calon menantu soleh nan rupawan seperti saya ini? #pede :p *tiba-tiba terdengar suara carly rae japsen mendesah-desah sambil ngelempar nomer teleponnya ke arah saya*

Rabu, 04 April 2012

Upaya Pemerataan Kesejahteraan Nasional Melalui Sistem Desentralisasi Fiskal

oleh: ferianto wardani

Sebagai negara berkembang yang menerapkan konsep federalisme fiskal (pemerintah Dati II sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat), maka pemerintah Indonesia merasa perlu menjalankan kebijakan desentralisasi fiskal. Konsep desentralisasi fiskal merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Dalam perspektif ini, kerangka yang sesuai dengan desentralisasi adalah bersifat “top-down” dan berpola delegasi, dan kerangka analisis yang sesuai adalah agency theory.

Hubungan fiskal dengan model federalisme ini berpengaruh pada berbagai bentuk transfer dari Pusat kepada Daerah. Dalam penerapan desentralisasi fiskal, setiap daerah juga dituntut untuk membiayai sendiri biaya pembangunannya, padahal pendapatan daerah tidak bisa membiayai seluruh pengeluarannya. Oleh karena itu, transfer dana dari pusat (intergovernmental transfer) menjadi sumber penerimaan yang sangat dominan bagi pemerintah daerah. Transfer pusat ke daerah dapat dibedakan atas bagi hasil pendapatan (revenue sharing) dan bantuan (grants). Transfer tersebut penting untuk menggalakkan otonomi regional dan untuk memperbaiki infrastruktur lokal. Pada umumnya transfer akan dibelanjakan sesuai pedoman yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Analisis dengan Pendekatan Grafik

Jika permintaan penduduk setempat yang diperhitungkan, maka jumlah permintaannya akan sangat rendah (DA) dan harganya pun rendah (PA), sehingga daerah setempat pasti bisa mengadakannya. Namun, untuk permintaan barang publik tertentu (misal: Perguruan Tinggi), peminatnya juga berasal dari luar daerah (DB) dengan harga PB.

Sehingga total permintaannya = DT , dengan biaya = P1. Karena biaya terlalu mahal -> daerah setempat sulit mengadakannya. Agar penyediaan barang publik tersebut tetap terlaksana -> pemerintah pusat memberikan transfer sebesar selisih antara PB dan P1. Dengan subsidi ini, pemerintah daerah dapat menyediakan barang publik tersebut (karena biaya berada dalam jangkauan anggaran daerah).

Dimensi Ekonomi dari Desentralisasi Fiskal
Menurut pandangan saya, desentralisasi fiskal sangat perlu dilakukan oleh pemerintah di suatu Negara, mengingat banyak sekali keuntungannya, antara lain:
a. Efisiensi
1) Efisiensi alokasi sumber daya -> pemerintah Daerah memiliki informasi yang lebih baik mengenai kebutuhan penduduknya. Keputusan pengeluaran publik yang dibuat pemerintah daerah pun lebih responsif terhadap kehendak rakyat.
2) Pemerintah daerah dapat memenuhi berbagai kepentingan masyarakat dan mengalokasikan berbagai sumber daya secara lebih efisien dibandingkan Pemerintah Pusat.
3) Persaingan antar pemerintah daerah -> mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan inovasinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
b. Stabilitas Makro Ekonomi
Desentralisasi fiskal menawarkan perbaikan potensial yang lebih besar terhadap perbaikan pengelolaan makro ekonomi dibandingkan fiskal yang tersentralisasi, sehingga kinerja makro ekonomi akan lebih stabil dan tingkat inflasi semakin terkendali.
c. Keadilan
Aspek keadilan ini berkaitan dengan redistribusi pendapatan untuk mencapai keadilan sosial. Dalam konteks desentralisasi dikenal 2 dimensi redistribusi: (1) keadilan horizontal dan (2) keadilan lokal. Keadilan horizontal merujuk kepada pemenuhan pelayanan publik. Untuk menghindari ketidakadilan horizontal perlu dilakukan pemerataan tingkat pajak antardaerah serta memberikan sumber daya yang lebih besar kepada daerah yang lebih miskin. Program redistribusi pendapatan = pajak bagi penduduk kaya dan subsidi bagi penduduk miskin.

Syarat Keberhasilan Desentralisasi Fiskal
Kesuksesan desentralisasi fiskal harus dibarengi dengan proses pengambilan keputusan yang demokratis, terutama keputusan yang menyangkut manfaat dan biaya. Keberhasilan desentralisasi juga dipengaruhi oleh desain, proses implementasi, dukungan politis, kesiapan administrasi pemerintahan, pengembangan kelembagaan, SDM, serta perubahan nilai & birokrasi untuk memenuhi pelayanan publik.

Untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi, pemerintah daerah harus menyediakan sumber keuangan yang memadai, baik yang berasal dari pendapatan asli daerah, pinjaman, maupun transfer pemerintah pusat.

Kesimpulan

Desentralisasi fiskal memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengembangkan perekonomian lokal sehingga sejajar dengan daerah lainnya. Apabila perekonomian daerah menjadi lebih kuat dan stabil maka akan meningkatkan kekukuhan ekonomi nasional. Pada akhirnya akan tercipta kestabilan ekonomi nasional yang mantap dan dinamis. Indikasi dari kesuksesan desentralisasi fiskal adalah meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan publik. Desentralisasi yang disertai redistribusi pendapatan mampu meningkatkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat umum.

Demokratisasi ekonomi, otonomi daerah, Political Will, Money Follow Function, kesiapan daerah, dan pelayanan yang masih lambat merupakan pertimbangan-pertimbangan penting mengapa pemerintah Indonesia harus menjalankan desentralisasi fiskal. Bukan hanya sekedar menjalankan tanpa upaya pengembangan, tetapi pemerintahan juga harus menyesuaikan kebijakan ini dengan APBN. Seperti yang kita ketahui bahwa pada APBN-P 2010, belanja Negara telah meningkat menjadi Rp1.126 triliun. Itu artinya pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan nasional dengan memperbesar Governmental expenditure (G). Kebijakan ini akan tepat sasaran jika diimbangi dengan kenaikan aliran dana ke daerah. Belanja daerah juga harus dipantau agar bisa lebih produktif. Bukan sekedar untuk belanja gaji pegawai, tetapi juga harus bisa digunakan untuk investasikan ke sektor riil dan pengadaan aset (faktor produksi) yang mampu meningkatkan kesempatan kerja.

Sabtu, 24 Maret 2012

quotes of the day#2


"Jika kamu berpikir bahwa sahabat sejati itu seperti bayang-bayang diri yang selalu ada disampingmu, ITU SALAH. Sahabat sejati tidak akan menjadi seperti bayang-bayang diri yang hanya akan datang manakala ada cahaya menerangimu. Sahabat sejati itu seperti lilin yang akan menjadi pelita dan selalu ada untukmu dalam kondisi apa pun."

[feriwa | 22th | sedang merenung sambil ngupil di pojokan kamar]

Rabu, 21 Maret 2012

Quotes of the day#1


" If you're looking for the love of your life, STOP it!! They'll be waiting for you when you
start doing things you love "
(@feri_wa | 22 tahun | tidak sedang galau | inspired by a 500 days of summer movie)

Lagu: NILAI-NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN

click here for downloading the song (nilai-nilai kemenkeu.mp3)









[vocal by: Sita ft. Randy]

Berawal dari rasa peduli dan cinta
pada negri ini.
Indonesia yang kita banggakan.
Bakti kami padamu.
Wuoo..

Kini saatnya untuk bergandengan tangan.
Bersatu bersama
Kementerian Keuangan kini.
Bertekad maju dengan nilai yang ada.

*Reff
INTEGRITAS tinggi, mari junjung bersama.
PROFESIONALISME, dalam melaksanakan tugas negara.
SINERGIkan langkah kita.
Berikan PELAYANAN yang terbaik tuk bangsa ini.
Jangan ragu terus melangkah dan berkarya mnuju KESEMPURNAAN.

Back to *Reff
INTEGRITAS tinggi, mari junjung bersama.
PROFESIONALISME, dalam melaksanakan tugas negara.
SINERGIkan langkah kita.
Berikan PELAYANAN yang terbaik tuk bangsa ini.
Jangan ragu terus melangkah dan berkarya mnuju KESEMPURNAAN.

Mulailah bekerja dengan hati.
Demi masa depan Indonesia pasti.
Mulailah bekerja dengan hati.
Demi masa depan Indonesia pasti.

Selasa, 10 Januari 2012

Ngebolang ke: Goa Pindul


Liburan natal kemarin aku dan 4orang teman (pepex, mitzu, jams, udin) berencana mengunjungi slah satu objek wisata minat khusus yang ada di daerah Gunungkidul. Namanya sudah tidak asing lagi, yaitu Goa Pindul. Coba saja search di google dengan memasukkan keyword 'GOA' , pasti hasilnya langsung muncul 'GOA PINDUL'! Hhe. Keren kan? Namanya saja objek wisata minat khusus, jadi tidak semua orang tertarik mengunjunginya. Hanya orang-orang yang bernyali besar seperti kami-lah yang berani datang ke sini. Sigh!

Goa Pindul merupakan wisata cave tubing yang baru dibuka pada awal tahun 2011. Goa ini memiliki panjang sekitar 300 m dan di bagian dalamnya terdiri atas 3 zona: zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Sebenarnya kami penasaran dengan Goa yang satu ini karena belum pernah nyobain rafting atau cave tubing. Konon sudah banyak turis-turis asing yang datang ke sini. Bahkan beberapa bulan yang lalu, puteri sultan, Jeng Reny dan Mas Ubay pun pernah berkunjung ke sini selang beberapa hari setelah royal wedding.

Waktu itu kami cuma berencana menempuh perjalanan dengan menggunakan sepeda motor karena tempatnya memang tidak begitu jauh dari rumahku. Yah kira-kira 7 km lah klo dari kota Wonosari. Lokasi tepatnya ada di desa Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Jangan khawatir, akses ke objek wisata cukup mudah, jalan aspalannya bagus. Dari kota Jogja anda cukup menuju ke arah Wonosari. Sebelumnya anda akan menjumpai posko pemandu di perempatan desa Grogol, Bejiharjo. Nah di posko itu anda bisa bertanya-tanya tentang Goa Pindul. Jangan khawatir, all FREE!

Sebelum ke objek wisata Goa Pindul, kami singgah dulu di rumah salah satu personil: Mitzu. Pukul 11.00 kami berangkat dari rumah Mitzu menuju Goa Pindul. Dan sesampainya di sana kami terkejut melihat parkiran yang sudah penuh dengan mobil dan motor pengunjung. Busset dah, antrian pengunjung yang mendaftar sudah menjamur. Hurry up! Akhirnya kami mendaftarkan ke panitia. Untungnya masih ada kesempatan. Panitia pun menawarkan beberapa paket wisata sebagai berikut :

-PAKET A
Cave tubing Pindul, jasa pemandu, peralatan penelusuran, asuransi --> biaya Rp30.000,00
-PAKET B
Caving Glatik, jasa pemandu, peralatan penelusuran, asuransi --> Rp30.000,00
-PAKET C
Oyo River tubing (semacam arung jeram gitu lah), jasa pemandu, peralatan penelusuran, asuransi --> Rp50.000,00

Akhirnya kami memilih paket A karena tujuan utama kami memang ingin masuk ke dalam Goa Pindul. Beruntungnya kami mengajak Mitzu yang merupakan warga pribumi, jadi kami dapet potongan harga sebesar 10.000 per gundul. Lumayan kan. Hha. Oh ya, klo anda mau berkunjung ke sini ada baiknya anda melakukan booking dulu via CP Bapak subagya di nomor hp 081-227-923-007. Soalnya klo ga booking dulu, bisa-bisa nasib anda akan merana seperti kami yang harus menunggu giliran selama -+2jam, dan itu sangat annoying sekali. :(

Sambil menunggu giliran, ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan. Anda bisa mencoba jajanan kuliner di sekitar situ. Anda bisa ke masjid, yah sekdar mendekatkan diri kepada Allah agar diberi keselamatan. Hhe. Atau anda juga bisa rileks sejenak di kolam terapi ikan. Itu tuh yang kayak di emol-emol di jakarta, yang kakinya dicelupin ke kolam trs ntar si ikan bakal 'nothol'-in koreng kita mpe bersih. Hha. Lagi-lagi fasilitas ini FREE! Atau bagi anda yang hobby baca seperti saya, bisa juga minta selebaran untuk dibaca-baca, lumayan untuk menambah wawasan. Nih salah satu informasi yang saya dapatkan, ternyata di kompleks objek wisata ini terdapat spot-spot menarik, yaitu:

MONUMEN JENDERAL SUDIRMAN
Monumen ini menjadi penanda bersejarah peristiwa pengeboman Belanda atas desa Bejiharjo. Pengeboman tersebut dilakukan karena desa Bejiharjo merupakan salah satu rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman.

SITUS PURBAKALA SOKOLIMAN
Awal mula dan perkembangan peradaban senantiasa tidak jauh dari sungai dan air. Menurut cerita orang tua, nama Sokoliman berasal dari: SOKA - LIMA. Wujud fisik situs ini hanya merupakan kumpulan batu yang tertata rapi dan diberi kode identifikasi. Hasil riset menunjukkan bahwa situs megalithikum ini teridentifikasi sebagai kompleks kubur peti batu (klo ga salah di pelajaran sejarah jaman SMP dulu disebut sarkofagus. CMIIW :)).

CAVETUBING PINDUL
Goa Pindul dilewati aliran sungai bawah tanah yang berasal dari sumber mata air. So jangan khawatir, meskipun musim hujan, objek wisata ini tetap aman dan enggak bakalan banjir, paling airnya cuma sedikit keruh. Untuk menjelajah goa, wisatawan harus berenang menggunakan pelampung dan ban karet. Jangan khawatir tenggelam bagi yang ga bisa berenang. Aktivitas cave tubing jarang ditemui di objek wisata seluruh dunia karena hanya daerah memiliki kawasan karst yang bisa melakukan aktivitas ini. ;)

OYO RIVER TUBING
Rute yang dilalui cukup panjang yang berjarak kurang lebih 5km dengan pemandangan alam yakni tebing-tebing sungai Oyo. Di tengah perjalanan, wisatawan disuguhi berbagai macam atraksi, yakni melompat dari ketinggian 15m. Penelusuran sungai Oyo menggunakan jaket pelampung dan ban. Sekali lagi, jangan khawatir tenggelam bagi yang ga bisa berenang.

TRACKING
Rute tracking sepanjang 7km ini melewati berbagai rintangan seperti jalan setapak, hutan kayu putih, dan sungai Oyo. Pemandangan alam yang masih alami menghiasi rute tracking desa wisata Bejiharjo.

CAVING GLATIK
Rintangan di Goa Gelatik sangat berat. Anda harus merangkak sejauh 15m dan juga kandungan oksigennya sangat minim. Puluhan ribu kelelawar menunggu kita di dalam Goa. Jangan takut, kelelawar ini tidak menghisap darah seperti di film Dracula kok, karena mereka adalah pemakan buah-buahan. Yah semacam keluarga Edward Cullen yang sudah berubah menjadi vegetarian. hha

Setelah menunggu lama, akhirnya tibalah giliran kami untuk masuk ke goa Pindul. Kami pun memakai perlengkapan perang: sepatu karet, rompi pelampung, dan membawa ban karet besar. Kami bersama pemandu berjalan dari tempat tunggu ke goa yang kurang lebih jaraknya 300 meter ditempuh dengan berjalan kaki. Sesampainya di sana, kami langsung rebahan di atas ban karet. Pemandu menyarankan kami untuk saling bergandengan tangan agar tidak terpisah. Pemandu akan menarik dari depan, sambil menjelaskan all about goa pindul.
Oh ya, jangan lupa untuk menitipkan kamera ke pemandunya agar semua momen bisa ter-capture. Saya sarankan anda untuk membawa kamera saku aja, jangan DSLR karena kurang praktis klo dibawa ke dalam Goa. Belum lagi klo nanti terjatuh ke air, bisa gawat! Yang jelas anda harus tetap waspada dan nurut ama pemandu. Jangan sekali-kali melepaskan pelampung anda karena kedalaman air di goa pindul ini bervariasi, mulai dari 2 meter, 8 meter, bahkan ada yang 15 meter. Hhi.

Ada 3 pantangan yang harus diperhatikan selama anda berada di dalam goa:
1. Dilarang mengambil dan meninggalkan apa pun di dalam goa.
2. Dilarang berkata jorok.
3. Dilarang menjerit atau berteriak, dalam keadaan apa pun.

Kami pun sampai di zona terang, di sini kami masih bisa melihat keadaan bebatuan di sekitar goa yang subhanallah indah sekali. Ada stalagnit yang masih aktif juga. Terus kami menjumpai gundukan batu besar berwarna putih, katanya itu simbol kejantanan, nah buat para pria klo mau perkasa disarankan untuk memeluk batu itu. Tapi sayangnya saya belum bisa memeluknya. Hha. Ga papa, namanya juga mitos, boleh percaya boleh tidak.
Dan ada juga stalagnit yang bentuknya runcing-runcing, dari situ menetes air yang bisa diminum. Konon klo para wanita yang meminum air itu bisa bertambah tingkat kecantikannya. Hha. Ada-ada saja ya. Tapi entah kenapa kok saya jadi ikut2an melintas di bawah stalagnit itu, seraya mengharapkan ada tetesan air. Hha. Bagaimanapun juga kecantikan yang sejati itu ada di hati, bukan di wajah atau di pantat.

Zona berikutnya adalah zona remang-remang. Paling asik nih di sini kita bisa senggol-senggolan kayak di warung remang-remang. Ehh..! Di sini anda mulai butuh alat bantu penerangan, pemandu pun akan mulai menyalakan senternya. Nah klo anda ihat di bagian langit gua, akan ada sebuah cerobong berbentuk persegi yang di atasnya ada semacam bangunan dari kayu.
Ternyata bangunan itu adalah bekas sarang burung walet, tapi sekarang waletnya udah pergi. Dan di sekitar situ juga ada kawanan kelelawar lho. Tapi sekali lagi, jangan takut, kelelawarnya hanya memakan serangga kecil kok.

Keluar dari zona remang, anda akan memasuki zona gelap abadi. Namanya aja gelap, ya udah jelas anda ga bakalan bisa ngeliat klo ga pake senter. Di sini pemandu akan mematikan senter untuk beberapa saat. Keadaan pun akan menjadi gelap gulita. Nah sekarang saatnya merenung dan berdoa, seraya bersyukur karena kita masih diberikan indera pengelihatan oleh Allah swt. Betapa gelapnya dunia ini jika mata kita tidak bisa melihat. Betul betul betul..

Selepas dari zona gelap, kami kembali tiba di zona terang dimana mulut gua udah terlihat dari sini. Waw pemandangan bebatuannya indah sekali. Kami pun bergegas untuk berfoto ria. Di sini anda juga bisa berenang, bermain air, atau meloncat dari ketinggian. Sayangnya pas nyampe di sini, baterai kamera kami udah abis. Jadi kami ga bisa foto2 narsis, dan kami pun hanya numpang foto dengan ponselnya mbak-mbak rombongan stikes a.yani. Sedih sekali ya. TT.

Keluar dari goa, rasanya masih kurang puas. Ehmmm pengen nyobain paket yang lain, tapi hari sudah sore. Mungkin lain kali, kami akan datang kembali ke goa pindul. Cave tubing selama kurang lebih 30 menit ini merupakan pengalaman pertama saya dan juga 4 orang teman saya. Amazing, ternyata daerah Gunungkidul memiliki potensi wisata yang luar biasa indahnya. Kalau pemerintah daerah mampu mengelolanya lebih baik, saya yakin ini akan menjadi daya tarik tersendiri, bukan hanya bagi wisatawan domestik, namun juga wisatawan asing. So, buat agan dan sista yang mau menikmati cavetubing di sungai bawah tanah, ga perlu jauh2 ke Phuket atau ke Zimbabwe, bergegaslah datang ke Goa Pindul. Dan bagi anda yang membutuhkan akomodasi, jangan khawatir karena di sini juga sudah ada homestay dengan biaya yang amat sangat terjangkau, mulai 25ribu per gundul per malam. Tunggu apa lagi?

Minggu, 25 Desember 2011

Traveling to Ujung Genteng Sukabumi

Six months ago I and my classmate (3c akun'08) traveled to the Ujung Genteng, a south coastal region of Sukabumi, with various tourist spots scattered in the area. Before visiting Ujung Genteng, we went to Jakarta first to pick my friends up. Ujung genteng is located approximately 200 kilometers from Jakarta, takes about seven hours of travel to reach Ujung Genteng. According the plan we will be there for 2 days, 1 night.

As an amateur budget, we headed Ujung Genteng with a budget of about IDR 220k per person as well as some print-outs on the internet and expertise of Google result. Before leaving for Ujung Genteng we search information about the exact location of Ujung Genteng to determine the mode and route of transportation.
The first day, Wetnesday at 08.30 pm. Our meeting point was at the Indonesian State College of Accountancy (STAN), Bintaro. From there we started the trip by bus with the route from Jakarta to Bogor and finally to Sukabumi. We arrived Sukabumi at 01.00 am with the weather conditions was so cold, then continue our journey from Sukabumi to Ujung Genteng.

Thursday morning, at 04.00 am we arrived in Ujung Genteng. Our first impression was that although the coast, the wind was so cool, we didn’t know why. Some inns are on average has a name with a prefix of the word “pondok” (cottage) we could go to compare prices. Finally we got a lodging at a price of IDR 400k in “Pondok Adi”. We also visited another bungalow named ”Pondok Ujang”. This mini bungalow has facilities 2 bedrooms include the air-conditioning, 1 bathroom, small kitchen, and living room plus patio. We suggested to stay at “Pondok Adi”, although there was no air-conditioning, but it is clean and comfortable condition with new bathroom and amazing view.

Ujung Genteng Beach
Thursday morning, we had some breakfast before going to play in the beach. After that, we went to the beach together. We walked through the very wide white sands, looked for the most attractive spot. Ujung Genteng is very beautiful beach I had ever seen before. The water was so pure and clean. There was so many corals and sea animals. We began to take a photoshot one by one with many various poses. Absolutely, we are very “narsis”, but we like to do this. Because of the small wave, we decided to swim in the beach. We took abuot one hour for swimming. The sun was rising high and high. The weather was so hot. Finally we come back to the cottage for taking a rest and having a lunch.

Turtles Conservation in Pangumbahan beach
From “Pondok Adi” we headed to Pangumbahan beach by bus through a small streets. Because of the small street, the bus can’t entered the location. So we must go to the Pangumbahan beach on foot. About 50 minutes later we arrived at the place of turtles breeding. We saw and touch some young turtles which will be released to the sea. It was my first experience to release young turtles with other tourists. After that, we waited for sunset time in Pangumbahan beach because the official guide of the conservation said that there was so beautiful sunset at the Pangumbahan beach.
The officials there also had told me that to see the mother turtles laying eggs takes patience because of the schedule turtle laying eggs, usually at 20.00 pm until 04.00 am. What a pity, we must came back to the cottage before the mother turtles move to the beach for laying. Next, We returned to the cottage, cleaned up, and then took a rest to see the sunrise the next morning.
On Friday morning at 05.00 am, after prayer, and without a shower we went straight away to find the sunrise. Because we did not know where to go, we became the way to the sun without knowing the purpose. After playing in the beach, we returned to the cottage and prepared for leaving Ujung genteng. We put the goods, change casual clothes and then immediately left for Cikaso waterfall.

Cikaso Waterfall
The hidden waterfalls in the area that must pass through the river valley is located 16 km from Ujung Genteng. Once in the Post Tour Cikaso waterfall, we rented a boat at a price of IDR 80,000. This boat with a capacity of 10 people, so it was very cheap when divided by 10 people. From the end of the river down to the Cikaso waterfall only took about 5 minutes.
During the journey, our eyes are pampered by a breathtaking natural scenery. Especially after seeing the Cikaso waterfall . The water is very clean and we can play water here. If you want to pass the river stones, you must be careful because of slippery.
About 30 minutes of play there, we immediately went to go home. From Cikaso, we drove towards the Bogor. We decided to take a rest a while in the certain rest area. After having some 'ISHOMA', we immediately prepared to continue our road from Bogor to Bintaro. At 01.00 am, we finally arrived in Bintaro. Although we were very tired, but we really happy because it was an amazing holiday.