Tampilkan postingan dengan label CORETANKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CORETANKU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

doa penempatan

Sudah setahun berstatus sebagai pegawai diperbantukan dan belum juga penempatan definitif itu rasanya seperti sedang menunggu kejutan tanpa tahu kapan kejutan itu akan datang, yang jelas kejutan itu pasti akan datang di waktu yang tepat. Mungkin periode magang yg sudah setahun lamanya ini akan menjadi saat-saat terberat bagi sebagian teman yg magang di kota besar yg jauh dari homebase-nya. Hidup dengan 850ribu per bulan itu sangat miris kalo di kota besar seperti jakarta. Beruntung saya hanya magang di homebase, tidak perlu indekos dan beli makanan sendiri. Walaupun sebenernya bosen juga sih magang di homebase, tapi kalo saya itung-itung (*sambil pegang kalkulator) banyakan manfaatnya ketimbang mudharat-nya.

Wah sebentar lagi ada diklat prajabatan, dan lagi-lagi saya dapet di homebase. Memang sepertinya saya selalu ditakdirkan untuk di homebase. Semoga nantinya pun penempatan definitif di hombase. Aamiin *terdengar suara malaikat mengamini* Yah begitulah, pasti sebagian besar orang menginginkan penempatan di homebase atau paling gak yang dekat dengan homebase.

Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya sudah mengisi polling penempatan resmi. Saya sebut resmi karena ngisinya langsung di sistem kepegawaian, bukan simulasi lagi. Bingung juga sih sebenernya menentukan 3 pilihan dimana saya hanya bisa memilih 1 untuk daerah di pulau jawa dan 2 sisanya harus di luar jawa. Ah bagi saya ini sudah risiko yg harus dihadapi, dulu pas awal masuk dan pas mau lulus kuliah pun sudah teken kontrak untuk bersedia ditempatkan di seluruh pelosok Indonesia. Yang pasti saya hanya bisa berharap yang terbaik.




Dan kenyataannya Indonesia itu luas banget men. Bayangin ribuan pulau berjajar sepanjang khatulistiwa. Ini sangat luar biasa. Setiap daerah punya daya tarik tersendiri, entah itu dari sisi pariwisatanya, living cost, karakter penduduk lokal, atau adat istiadatnya. Dulu pas simulasi polling penempatan saya memilih 3 daerah berikut: 1. Wonosari (DIY), 2. Singaraja (Bali), dan 3. Balikpapan (KalTim). Sebenernya untuk dua pilihan terakhir ini saya tidak punya landasan teori yg kuat, hanya kemakan omongan para sesepuh dan pini sepuh di tempat saya magang saja. Namun pada akhirnya setelah polling yang resmi saya berbalik halauan untuk memilih: Wonosari, Denpasar, dan Badung. Kenapa saya memilih luar jawa-nya hanya di Bali? Menurut persepsi saya itulah pulau terdeket dari pulau Jawa. Saya pernah ketika SMA studytour ke Pulau Dewata menggunakan jalur darat, rasanya tidak begitu melelahkan. Selain itu, Bali memiliki nuansa budaya dan pariwisata yang luar biasa, bisa dibilang mirip Jogja lah. Dan saya suka sekali berwisata. Hehe. Morever, Kota Denpasar bisa diakses dengan direct flight dari Jogja. 

Polling penempatan sudah di-submit dan kini saatnya untuk berserah diri kepada Allah swt. Apapun yg Dia berikan tentu adalah yang terbaik bagi saya. Lantas apakah saya harus pasrah begitu saja. Hmm kurang bijaksana nampaknya jika saya tidak ber-ikhtiar. Sambil menunggu kejutan yang akan datang, ada baiknya kita berdoa tanpa henti. Suatu ketika, mbak Nani (salah satu senior di tempat saya magang) memberi referensi sebuah blog dimana terdapat doa mutasi/penempatan. Katanya sih dulu dia juga mengamalkan doa itu hingga akhirnya dia dan suaminya bisa mutasi ke jawa setelah bertahun-tahun berkelana di tanah borneo. Konon bang Riza Almanfaluthi (si empunya blog tersebut) juga mendapatkan mutasi yang terbaik setelah mengamalkan doa tersebut. Cekidot:


"DOA MUTASI/PENEMPATAN"
doa ini pernah terucap oleh Nabi Nuh dalam Surat Al-Mu’minuun (surat ke-23) ayat 29: robbi anzilnii munzalan mubarokan wa anta khairul munziliin. Artinya: Ya Rabb, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat. (Riza Almanfaluthi)

Memang kita pasti mengidam-idamkan suatu tempat yg menurut pandangan kita merupakan tempat yg terbaik, namun percayalah bahwa Allah Maha Mengetahuai apa yang tidak kita ketahui. Mungkin saja kita merasa penempatan di homebase adalah yg terbaik bagi kita, tapi ternyata rezeki, karier, dan masa depan kita akan lebih berkibar kalau kita berada di tempat lain. Semua itu hanya Allah yang tahu. Tetap berhusnuzon sambil menunggu kejutan datang dan percaya bahwa Allah tentu akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Menelisik jauh ke belakang, dulu pas mau kuliah pun saya tidak pernah secara spesifik mengelu-elukan kata 'STAN' di doa saya, dan kenyataannya saya pun diijinkan untuk kuliah di sana. Dalam memilih jurusan pun saya sama sekali tidak memilih 'Akuntansi', namun Allah memberikannya karena Dia tahu itu yg terbaik untuk saya. Dan lagi-lagi pas memilih instansi pun saya tidak diberikan pilihan, namun Allah memilihkan yang terbaik untuk saya. Yang ada di setiap doa saya hanyalah permohonan agar Allah memberikan yg terbaik untuk diri saya, yang halal, dan berkah. Aamiin. (Firstly published in 2011, lastly edited in 2020)

Minggu, 25 Desember 2011

my driving course experience

Yess, akhirnya wisuda juga! Puas rasanya bisa menamatkan 3th pendidikanku d STAN. Sebentar lagi kerja donk? Eits tunggu dulu, kayaknya pengumuman instansi diundur deh.. :( Denger2 awal Desember kita baru psikotes, akhir Desember pengumuman instansi, dan mulai pemberkasan awal januari. What the hell? Jd selama -+2bulan gue bakalan jd pengangguran friksional? that's right. Bingung nih ga ada kerjaan. Enaknya ikutan kursus atau nyari kerja part time yak? Wah kebetulan ada temen yang ngajakin kursus nyetir mobil nih. Boleh juga tuh dicobain. Yuuuuuuk mari....

Akhirnya aku resmi terdaftar sebagai peserta kursus stir mobil di salah satu LPK ternama di yogyakarta. Biaya pendaftarannya 50k, angsuran 1: 350k, dan angsuran 2: 250k. So totalnya 650k. Mahal?? Ehm nggak juga sih, secara dgn uang segitu pihak LPK udah menjanjikan bahwa kita bakalan dapat SIM A. Ngiler ga tuh?? Tapi sebenerenya ntar di akhir pertemuan juga bakalan ditest lagi sih. Nih aku mo bagi pengalamanku selama ikutan kursus nyetir. monggo disimak.. hhe


Pertemuan#1
Setelah daftar, keesokan harinya aku langsung masuk dan inilah pertama kalinya aku akan mengemudikan sebuah mobil. Dipandu oleh sang mentor berjenis kelamin laki-laki (sebut saja bunga. Loh?) sy dipersilakan masuk ke dalam mobil toyota kijang kapsul warna merah maroon. Sambil aku duduk di bangku sopir, mas mentor menerangkan basic2 belajar nyetir.
1. Beliau mengenalkan bagian2 mobil yang ada di hadapanku, bagaimana karakteristiknya, apa kegunaannya, dan bagaimana cara menjalankannya. Mulai dari menginjak pedal gas, rem, kopling, mengatur kursi, menarik tuas rem tangan, menyalakan lampu sein, wipper, klakson, semuuuuuuua dibahas tuntas. Tp aku gak dikasih tau gimana cara nyalain AC dan radionya. Padahal itu yang menurutku paling penting. Wkwkwk..
2. Ada beberapa pesan penting dr mas mentor:
a. Ketika mengemudi kita harus fokus, tenang, hati2, dan tidak terburu2.
b. Ingat betul karakteristik dan posisi persenelen. Nih gambarnya:
c. Cara memegang tuas persenelen harus tepat, karena bisa2 salah masukin gigi. Oh nooo.. :)
d. Cara melepaskan tuas rem tangan ketika mau jalan dari posisi parkir: tekan, angkat, turunkan poool. Klo mo ngerem lagi ya tinggal diangkat aja.
e. Membagi konsentrasi saat berkendara itu penting sekali.
f. Mengarahkan stir harus sesuai feel kita. Pastikan anda berjalan di jalan yang tepat. Ga nyelonong ke mana2. Caranya: bisa lihat dr spion kanan, apakah kita masih berada di dalam marka jalan atau udah melenceng.
g. Sebelum ganti persenelen, injak kopling mantap, lepaskan gas, pindah posisi gigi, lepaskan kopling perlahan dan injak gas kembali.
h. Teknik mengerem: lepaskan gas, injak rem perlahan. Tahaaan... Pas mobil dah mau berhenti, lepaskan rem, dan injak sedikit saja. Sipp!
i. Cara membelokkan mobil di tikungan. Jika tikungan tajam, anda harus mengubah posisi tangan kanan (jika berbelok ke kanan) dan tangan kiri (jika berbelok ke kiri). Tahaaaaan, dan balas. Balasnya ga boleh telat, dan kecepatannya menyesuaikan.

Pertemuan#2
Hari ini aku merasa badmood sekali karena diketawain oleh peserta lain yang notabene dia lebih tua dan jago. Ya iyalah, secara dy udah kawakan dan lebih dulu belajar. aku kan masih amatiran. Maklum lah. Tp pada pertemuan kedua ini banyak wejangan dan koreksi dr mas mentor:
1. Don't be panic! Okay? Apapun yang terjadi tetap tenang, fokus, dan perhatikan aba2. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Semua aman. Kuatkan mental! Maklum, kadang aku masih suka gugup klo jalanan rame dan di depan banyak kendaraan berlalu-lalang.
2. Pegang stir ga perlu tegang. Lemas saja. Let it flows.. Hha.
3. Klo mo ngoper dr gigi1 ke gigi2: caranya pegang dari sisi kanan, dorong perlahan ke belakang, tujuannya agar tidak salah masuk ke gigi 4. ooops...
4. Intinya aku dituntut untuk lebih berani. Rasakan gasnya, rasakan remnya, rasakan posisinya, dan biarkan smw berjalan apa adanya. Ciiiiiah....

Pertemuan#3

Hari ini mood sy lumayan bagus, karena ternyata ada peserta lain yang lebih parah drpd aku. Jd aku merasa dewa banget saat itu. Wkwk. Ada beberapa koreksi nih:
1. Klo nginjak kopling harus mantep. Ga boleh setengah2. Kesalahanku: ketika kopling belum full, gas sudah dilepaskan. Yang bener: kopling full dahulu, baru lepas gas cuuuul.
2. Masih terlalu spaneng, tegang, dan mental (nyali.red) harus ditingkatkan. Overall Ok.

Pertemuan#4
Hari ini targetku adalah memperbaiki posisi saat melaju di jalan. Ga boleh 'mblandhang'. Dan yang kedua adalah harus bisa membelokkan stir di tikungan tajam.
Aku masih kurang dapet feelnya, posisi masih kacau. Ga karuan. Kata mas mentor, masih harus berusaha keras. Dan target menikung tajam pun juga masih belum tercapai. Huuuuuft :(
Saking gugupnya aku malah nginjak gas, rem, gas, rem sehingga mobil pun berhenti di pertigaan tikungan. Hahahaha.. Mas mentor pun marah2. so pasti lah.
Pokoknya harus tetap tenang. Sloooow down. Ga boleh panik.
PENTING!
-Jangan telat mbales stirnya klo abis nikung, dan mbalesnya dengan kecepatan santai saja (jangan terlalu cepat, jangan terlalu lambat).
-Posisi juga harus diperhatikan. Hha.. Lagi lagi 'posisi menentukan prestasi'. Wkwkwk. Tapi hari ini cara ngeremku bagus lho, sampe mas mentor bilang: 'guuuud'. Hhe :)

Pertemuan#5

Kali ini aku bs menempuh jarak yang lumayan jauh, bayangin 26 km. Hha. Padahal pesertanya ada 3 org: satu mas2 kurus dan yang satu lagi ibu2 muda. Sepanjang jalan aku udah merasa tenang, tdk seperti biasanya. Dan moodnya mas mentor pun nampaknya juga lumayan baik, terbukti sy jarang dimarahi hari itu. Hha. Pada kesempatan ini aku sudah bs mengendalikan posisi mobil bahkan pada saat ganti persenelen pun tidak kagok lagi. Ada beberapa catatan yang musti diperhatikan:
1. Ketika hendak berbelok/menikung: lepaskan gas, injak kopling, kaki di atas rem. Kendalikan kopling, tahan rem, bagi konsentrasi antara: rem, gas, dan mengarahkan stir. Pelan2 saja. Aku sempat panik saat berbelok di pertigaan jalan yang sangat curam (bentuknya menyerupai huruf 'Y'), mobil pun sempat terhenti dengan arah yang tidak jelas. hha
2. Pas menikung kadang masih telat bales setirnya.
3. Posisi masih harus diperbaiki lagi.
Overall okay.

Pertemuan#6 (selesai)
Ini adalah pertemuan terakhir, kali ini bebarengan dengan ibu muda yang baru pertama kali masuk. Aku jadi beruntung karena selagi mas mentor melatih si ibu itu, aku bisa sambil mereview pelajaran yang sy dapatkan dulu. Hhe.
Hari ini feelku lagi bagus, dan tumben mas mentor juga ga marah2.
Catatan pada pertemuan ini antara lain:
1. Aturlah tempat duduk, posisikan senyaman mungkin, atur jangkauan sebelum mulai mengemudi agar tidak terhambat di jalan. Hha. Soalny waktu itu aku lupa gak mengatur sandaran kursi terlebih dulu, dan terpaksa berhenti di tengah jalan hanya untuk membetulkan sandaran duduk yang posisinya terlalu 'menantang'.
2. Pada saat membelok, putar stir dengan kecepatan pelan tapi berkali2 agar tidak terjadi 'selip'.
3. Inti dr pertemuan ini adalah:

PENTING!

Teknik setengah kopling
• Teknik ini dibutuhkan apabila kita ingin berhenti di jalanan yang menanjak tanpa harus menginjak rem. Biasanya sih digunakan pas lagi berhenti di lampu merah, biar mobil ga mundur sewaktu kita mulai start.
• Pertama, pastikan kaki anda menginjak rem dan kopling full. Masukkan gigi 1.
• Kedua, kaki kanan pindah dari pedal rem ke pedal gas, sembari menginjak gas pelan2 dan stabilkan, lepaskan kopling setengah saja.
• Rasakan mobil akan bergerak mundur lalu tertahan/berhenti.
• Angkat kopling sedikit agar mobil bergerak maju, dan injak kopling sedikit agar mobil berhenti.

Petemuan khusus untuk atret, mundur, dan parkir!
Harus sy akui, dr pertemuan2 sebelumnya inilah pertemuan yang paling menantang dan susahnya gak ketulungan. Kali ini aku bener2 disembur abis2an ama mas mentornya, dimarah2in terus. Tapi never mind lah, justru aku bersyukur mas mentor masih mau mengingatkan. Klo ga dimarahin, pasti tidak akan sungguh2. hhe..
1. Untuk mundur anda harus pindah persenelen ke gigi 'R', (klo kata indra bekti sih artinya 'Reverse'). Sebelumnya pastikan injak kopling full.
2. Seperti awalan biasanya, stabilkan gas, angkat kopling perlahan, sampai mobil bergerak mundur.
3. Setiap pergerakan mundur, anda harus memastikan agar gerakan mobil bisa lurus (dalam jalur yang tepat) alias ga mlenceng. Caranya: selalu pantau dari spion kanan dan kiri. Ingat!! Harus 2 spion, jgn hanya bertumpu pada satu spion saja, bisa fatal akibatnya!! Hho. Klo rasanya mobil sudah mulai melenceng ke kiri atau ke kanan, ubah posisi dengan menggeser setir. Klo mau ke kanan ya arahkan stir ke kanan, klo mo ke kiri ya arahkan stir ke kiri.
4. Untuk atret, anda lihat dulu tujuan dimana anda akan mulai berbelok. Misal dr jalan aspal mau masuk ke jalan gang. Anda liat dr spion, apakah ekor mobil sudah mulai mendekati badan gang?? Klo sudah, putar stir ke kiri (klo mau berbelok ke kiri) atau putar ke kanan (klo mau belok ke kanan).
5. Putar stirnya harus mantap, dan berkali2, tahan, dan rasakan perbelokannya sambil terus memantau dr spion. Usahakan jangan terburu2, kata mbak tantri kotak: "pelan-pelaaan saja.." Caranya anda harus tetap menginjak kopling, klo mau memperlambat ya injak lagi koplingnya (lepaskan gas), klo mau mulai jalan, baru angkat tipis koplingnya sambil mengarah2kan stirnya.
6. Klo mobil udah berada di jalur yang tepat, segera bales stirnya. Balesnya musti cepat ya, agar stir kembali k posisi semula dan roda depan lurus. Sebelum mobil berhenti, anda pastikan stir kembali ke posisi awalan, jangan serong kiri atau kanan. Anda harus menyelesaikannya.
7. Klo mengemudi mobil berarti andalah yang harus mengendalikan mobil itu. So, pastikan anda berusaha pelan2 saja dan terarah. Jangan terburu2. Tetep konsentrasi. Di jalan harus tetep ingat keselamatan diri sendiri dan orang lain. Selain itu anda harus bisa membagi konsentrasi, agar bisa menimbulkan refleks jika terjadi hal2 yang mendadak karena kita tidak pernah bisa memprediksi apa yang akan terjadi di depan kita. Ingat, jalanan ini milik semua orang, bukan cuma kita saja yang memakainya. Intinya: klo bukan anda sendiri yang mengendalikan, siapa lagi??
Itulah pesan2 terakhir dari mas mentor yang sampai terakhir bertemu aku tidak tahu siapa namanya dan belum sempat juga mengucapkan terimakasih. Hhe. Semoga Allah membalas kebaikan mas mentor. Amiin.

Setelah dinyatakan selesai, aku mendapatkan piagam dari LPK. Sudah kuduga, pasti hasilnya standar dan belum bisa disebut memuaskan. Tapi alhamdulillah yaaah: finally, aku berhasil lulus test di POLRES dan mendapatkan SIM-A! Hurrrray...

Minggu, 27 November 2011

Bersamamu Kugapai Impianku

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Blog Competition yang diselenggarakan oleh PT XL Axiata

------
Tak terasa tiga tahun berlalu, dan kini aku telah menjadi lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Itu semua kuraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Selama menimba ilmu di bangku perkuliahan, suka dan duka silih berganti. Semua kujalani dengan penuh semangat dan ketekunan. Hasil yang telah kucapai tak lepas dari peran orang tua dan juga XL. Provider yang XLangkah Lebih Maju ini telah menjadi sahabat setia yang menemaniku menjalani masa-masa kuliah, hingga hari-hari berat pun terasa ringan karenanya.

Yang terpilih
Tiga tahun yang lalu, aku hanyalah seorang pemuda lugu yang datang dari desa, bertekad menimba ilmu di ibu kota, berbekal semangat dan restu orang tua. Di desaku, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul (DIY), pendidikan belumlah menjadi prioritas utama. Bisa lulus SMP atau SMA saja sudah luar biasa. Hanya segelintir orang yang mampu mengenyam bangku perguruan tinggi, yakni mereka yang berasal dari kalangan orang berada. Dan aku? Aku bukanlah anak orang kaya, aku bukan anak pejabat, juga bukan konglomerat. Bapakku hanyalah pegawai rendahan di salah satu badan usaha milik daerah. Gajinya tak seberapa jika harus menguliahkan aku dan kakakku. Tapi, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dia ijinkan aku mengenyam pendidikan gratis di STAN. Aku tak pernah menyangka sebelumnya jika aku bisa diterima. Siapa yang tak senang bisa bersekolah dengan biaya dari pemerintah, di perguruan tinggi kedinasan dambaan pelajar Indonesia.

Berangkat ke ibu kota
Akhirnya aku berangkat ke Jakarta demi meraih cita-cita yang kuimpikan. Di Jakarta aku menjalani kehidupan sebagai anak kos dengan sarana yang serba minim. Hal ini tidak menyurutkan langkahku. Aku selalu teguh pada prinsipku bahwa: 'aku ada di sini untuk belajar, bukan untuk yang lainnya!' Dan kelak aku harus bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. Aku ingin menjadi seseorang yang sukses, bermanfaat bagi sesama, dan bisa membahagiakan kedua orang tua. Itulah impianku.

Berbagai problema datang silih berganti. Semua kulalui dengan kaikhlasan hati. Tak jarang rasa putus asa pun menghampiri. Beban perkuliahan yang berat kadang membuatku hampir menyerah. Namun, aku selalu berusaha bangkit. Ratusan-ribu orang di luar sana rela bersaing untuk bisa kuliah di sini, dan aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Kubuka lagi ingatanku, kubawa benakku melayang jauh ke kampung halaman, di sana ada semangat dan doa yang terus dipanjatkan oleh ibu-bapakku. Aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka.

Hari-hari kuliah, tugas, dan ujian
Sebagai mahasiswa ikatan dinas, kadang aku merasa takut. Aku takut jika nilaiku jelek dan kuliahku akan berakhir sia-sia. DROP-OUT (DO) adalah dua kata yang selalu menjadi mimpi buruk bagi kami, mahasiswa STAN. Kejam? Memang kejam, tapi itulah aturan mainnya. Sedikit saja kami lengah, dan indeks prestasi komulatif (IPK) kami kurang dari 2,75, maka usai sudah perjalanan kami. Bayang-bayang akan DO terus menghantui. Kami tak pernah tahu siapa yang akan dihampirinya. Setiap saat kami harus siap. Jika ia datang menjemput, maka tak ada ampun lagi. Kemasi barang lalu pulang. Mengerikan! Dan itu semua terus berlangsung selama 3 tahun hingga semester akhir. Sedih rasanya melihat rekan seperjuangan kami harus pulang dan meninggalkan mimpi yang mereka bawa dari desa.

Kuliah yang aku jalani semakin terasa berat di kala aku naik ke tingkat 2. Mata kuliah yang begitu sulit, jadwal yang padat, serta beban tugas yang menumpuk membuat aku harus memutar otak, mencari cara bagaimana agar aku bisa melalui semua ini. Kuncinya: aku tidak boleh menyerah. Aku bukan orang jenius, tapi dengan kerja keras dan ketekunan aku bisa mengalahkan orang jenius. Aku harus rajin-rajin belajar dan membaca buku, namun ketersedian buku di perpustakaan kampus sangat terbatas. Tidak semua mahasiswa mendapatkan pinjaman buku. Literatur yang ada di perpustakaan pun terkadang sudah out-of-date hingga akhirnya aku harus mencari materi kuliah di internet. Untuk mendownload materi kuliah yang sangat banyak dibutuhkan koneksi yang bagus. Awalnya aku sering ke warnet, namun lama kelamaan capek juga. Jarak antara warnet dan kos lumayan jauh dan aku hanya berjalan kaki. Belum lagi jika warnetnya penuh dan harus mengantri.

Aku pun memutuskan untuk membeli usb-modem. Awalnya aku memakai provider lain, namun tidak bertahan lama karena tarifnya mahal dan koneksinya lemot. Setelah aku pikir-pikir nampaknya tak ada pilihan lain selain ganti provider. Kebetulan sejak aku SMP kami sekeluarga sudah memakai XL dan aku pun tertarik untuk mencoba paket internet dari XL. Hasilnya: XL memang XLangkah Lebih Maju untuk urusan internet. Sekarang koneksi internetku ‘dewa’ banget dan kuotanya pun lebih banyak. Yang pasti tarifnya tidak membuat kantong mahasiswaku jebol. Jika belum punya uang untuk beli paket unlimited, aku memakai paket harian yang tidak kalah bagusnya. Aku tak perlu lagi menghabiskan waktu di warnet untuk browsing materi kuliah.

Bagaimanapun juga internet telah menjadi kebutuhan primer bagi para mahasiswa. Banyak informasi yang bisa digali dari dunia maya, seperti literatur pelajaran, pengetahuan umum, berita nasional, isue-isue global, dan masih banyak lagi. Tugas-tugas kuliah pun telah banyak yang berhubungan dengan internet. Sering sekali aku mendapatkan tugas presentasi, dimana aku dituntut untuk menyajikan paper beserta file presentasi yang menarik dalam waktu yang singkat. Dengan internet, tugas semacam ini tidak lagi menjadi hambatan. Aku bisa memperoleh referensi dari internet. Semakin banyak referensi yang diunduh, semakin lengkap informasi yang kuperoleh, semakin baik pula paper yang kubuat. Untuk mempercantik tampilannya, berbagai variasi template presentasi dapat dengan mudah diunduh di internet. Attach file tugas ke e-mail dosen pun tidak menjadi masalah. Kini semua tugas kuliah bisa kuselesaikan dengan cepat dan memuaskan.

Saat ujian tiba adalah saat yang menegangkan. Kadang ada materi yang belum kami pelajari, namun itu menjadi bahan ujian. Kami pun harus selalu connect dengan dunia maya karena setiap saat kisi-kisi dan referensi ujian akan beredar via social network. Tentu harus punya koneksi yang bagus kalau tidak mau ketinggalan. Untungnya koneksi internet XL selalu bisa diandalkan. Aku pun selalu update dengan kisi-kisi ujian. Berkat XL internet: materi kuliah lengkap, tugas selesai tepat waktu, dan ujian pun menjadi lancar. Internet dari XL telah menjadi solusi bagi masalahku sehingga aku selalu menjadi juara kelas.

Sebagai mahasiswa aku pun butuh refreshing. Sesekali aku sempatkan mencari hiburan di dunia maya untuk sekedar mengusir kejenuhan. Dengan internet dari XL yang XLangkah Lebih Maju, aku pun bebas mendownload film atau video kesukaanku. Koneksi HSDPA XL sangat mumpuni untuk ber-chatting ria, buffering youtube, dan streaming radio. Berbagi dengan kawan-kawan melalui facebook dan twitter pun menjadi semakin mudah dilakukan. Biarpun aku orang desa, tapi aku tidak ‘ndeso’ seperti yang dikatakan Mas Tukul Arwana. Bagaimanapun juga internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupku.

Saat kelulusan
Yudisium pun tiba, hasil perjuangan selama tiga tahun akan dipertanggungjawabkan. Aku teringat dulu ketika awal masuk perkuliahan jumlah mahasiswa di angkatanku ada 2000 orang, dan kini hanya tersisa sekitar 1600 orang. Berarti selama tiga tahun ini, hampir 400 orang temanku terpaksa pulang karena DO. Aku pun semakin bersyukur bisa bertahan sejauh ini. Sungguh senang bercampur haru, ketika aku dinyatakan lulus dengan predikat terpuji (cumlaude) dan masuk dalam 10 besar lulusan terbaik di jurusanku. Rasanya seperti mimpi.

Terima kasih untuk Allah swt, orang tua, teman-teman, dan juga XL yang telah membuat aku terus melaju sampai di titik ini. Akhirnya aku bisa mengenakan baju toga dan berada di barisan sepuluh wisudawan terbaik spesialisasi Akuntansi Pemerintahan, STAN 2011. Dengan layanan internet XL, kini hidupku telah menjadi XLangkah Lebih Maju. Dari yang awalnya aku hanya anak desa yang tak yakin bisa bertahan, hingga akhirnya aku dinyatakan lulus dengan prestasi yang memuaskan. Kini aku siap ditempatkan di seluruh instansi Kementerian Keuangan R.I. untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara tercinta. Akan kuceritakan kepada semua orang, XL-internet telah mengiringi langkahku menggapai impian. 
[Graduation day (Jakarta Convention Center,12 Oktober 2011)]